Jumat, 10 November 2017

Sisi yang berbeda || Kadang, kita berjalan bersisian. Meniti jalan yang berbeda dengan tujuan yang sama. Dan sepanjang jalan tsb, kita tidak pernah bertemu, hanya terus menerus bersisian. Kita bergerak dg kendaraan masing-masing, sempat berhenti sejenak untuk saling melempar senyum tanpa bertanya kemana tujuannya. Tujuan kita sama, hanya saja kita tidak saling tahu. Hanya karena malu untuk bertanya dan malu untuk mengakui.

-- Mas Gun
Ada saatnya dalam hidupmu, engkau ingin sendiri saja bersama angin, menceritakan seluruh rahasia, lalu meneteskan air mata.
(Bung Karno, 1933)

Kamis, 02 November 2017

Being Supermom | Chapter 1

22 Maret 2017, om Alan dan tante Itta pergi umroh. Umroh kali ini, tante tidak membawa anak-anak. Mbah Ummi (re: nenek), emak (ART), mbk Nana (sahabat tante), dan saya yang menggantikan peran om dan tante di rumah. Mbah Ummi tugasnya mbah siaga :D alias jaga aja karena mbah ummi saat itu kurang begitu sehat, emak tugasnya menjaga dan merawat dek Al, mbk Nana tugasnya di dapur, dan saya bertugas mengantar jemput sekolah dek Naufal.

Sudah ada fokus tugasnya masing-masing memang, tetapi dalam pelaksanaannya tidak selalu begitu; selain menjaga dan merawat dek Al, mak mengurus rumah. Seperti cuci baju adek-adek dan bersih-bersih. Tapi kalau bersih-bersih saya yang sering ambil alih. Mbak Nana walaupun tugasnya di dapur, terkadang dia juga membantu saya membangunkan dek Naufal di pagi hari, memasak air, dan terkadang juga memandikan dek Naufal. Tetapi dek Naufal lebih sering mandi sendiri. Mbah ummi, walaupun menjadi mbah siaga alias asal jaga dan bank; pegang uang sih haha :D , terkadang juga masak di dapur, dan menemani dek Al bermain. Nah sedangkan saya, walaupun tugas utama saya mengantar jemput sekolah dek Naufal, mengurus dek Naufal, saya juga membantu emak untuk menjaga dek Al, mengantar mbak Nana belanja kebutuhan dapur, dan bantu-bantu di dapur juga. Nah kan double-double :"D

Well, pengalaman yang paling berkesan adalah bagaimana ketika saya dengan anak-anak. Pernah suatu ketika, saya mau mengantar barang ke ekspedisi. Si kakak, dek Naufal, ingin ikut. Saya bawa lah dia. Saat itu sedang tidak bawa handphone; dicharge sepertinya. Saya belum paham daerah Blimbing dan sekitarnya. Tapi yang saya ingat, ada ekspedisi **E di jalan L.A Sucipto.

Setelah saya sampai di lokasi, lah ternyata memang ada plang **E Cabang L.A Sucipto, tetapi isinya rumah penjahit... --" Yasudah, saya terus saja mengendarai motor untuk mencari ekspedisi di jalan lain. Jalan terus..... Terus jalan... Tetapi saya tidak menemukannya. Hiks. Sampai dek Naufal mengantuk. Dia angguk-angguk di motor. :"D Tiap angguk-angguk saya bangunin. Bahaya, kan. Saya bilang, "Kak Naufal, jangan tidur..." Dia melek, kemudian ngangguk-ngangguk lagi. Hm. Saya bangunin lagi, "Kak, bahaya loh. Bangun kak.." Dia jawab, "Aku ngantuk...." Sambil merem lagi. Duh ngeri. Saya sedang membawa barang juga. Akhirnya saya menepi. Membiarkan dia tidur dengan nyaman di pangkuan saya.

Tik tok tik tok. Beberapa menit berlalu... "Haduh, saya g balik-balik ke rumah ntar dikira kenapa-kenapa ini... Mau ngabarin orang rumah tapi lagi ga bawa handphone. Hmm" Gerutu saya dalam hati. 

Beberapa menit kemudian, seorang bapak tua menyapa saya dari trotoar. "Tidur nggeh bu anaknya?" "OMG gua dipanggil ibuk2 T___T" hati saya menyahut.
"Nggeh pak, saya takut kalau dipaksa terus jalan..."
"Ada sabuk bu?"
"Ngga ada pak..."

Lalu bapak tua itu mencoba mencari cara bagaimana saya bisa melanjutkan perjalanan membawa kak Naufal yang sedang tidur dengan aman. Ikat ini. Ikat itu. Gagal. Cari ide lain. Akhirnya menyerah. Bapak tua tersebut melanjutkan perjalanan, saya pun terus setia menunggu dek Naufal bangun. :"D

 Tik tok tik tok. Beberapa menit kemudian.... Dia bangun. Huft alhamdulillah.. :") Saya langsung menyapa dia. "Udah kak bobonya? Jalan lagi yuk. Yuk beli **kult ntar. Tapi jangan bobo lagi yaa.. Bahaya. Takut jatuh..." Setelah diiming-imingi minuman kesukaannya, akhirnya deal. :") :D 

Kami melanjutkan perjalanan....

Hingga akhirnya saya menemukan ekspedisi **E di jalan Kalpataru. Dan itu jauh sekali dari tempat tinggal kami. Gapapa deh. Alhamdulillah. :"D Sesampainya di sana, dek Naufal rewel. Dia tidak mau turun dari motor. Sepertinya dia masih mengantuk. T____T Sabar Nov, sabar :"D Saya gendong dia. Untung masih TK 0 besar kamu dekk... :"D Berhubung masih antri, saya suruh dia tidur-tiduran di kursi tunggu. Setelah saya maju ke petugas, sesekali saya liat dia di kursi. Takut ada yang bawa. Haha :p Setelah selesai, saya ajak dia beli **kult; minuman kesukaannya. Akhirnya saya pulang dengan riang karena berhasil mengirim barang dan dapat mengatasi mom's challenge tadi :D Dek Naufal juga pulang dengan senang karena sudah tidur dan minum **kult, kesukaannya -____- Haha

Daaaan ketika saya melewati jalan LA. Sucipto lagi tetapi dari arah jalan Soekarno Hatta, SAYA MELIHAT KANTOR EKSPEDISINYA. Ternyata ada... Tapi agak masuk kedalam gitu tempatnya. Emang didekatnya ada penjahit. GIMANA SIH SAYA INI (?)  :"""""( YASUDAHLAH. -,-

Pengalaman kedua yang paling saya ingat adalah ketika dek Al (adeknya dek Naufal) sakit. Ya Allah.... Rewelnya subhanallah. Ya gimana, kalau sudah besar, bisa ngomong enak; tinggal bilang mana yang sedang sakit. Lah ini masih kecil. Jadi bisanya nangis... Ngga ada benernya. Berkesannya dimana? Di..... Di saat dia rewel, digendong mak tidak mau, digendong mbah ummi tidak mau. Digendong om Si (masnya om Alan yang rumahnya bertetanggaan) juga masih rewel. Di gendong tante Nina (istri om Si) juga tidak mau. Nangis. Akhirnya, saya mencoba menawarkan tangan padanya untuk menggendong. Taraaaa dia maaaauuu. Alhamdulillaaah. :"p Kata tante, "Wah, pinter dia. Maunya sama cewek aja." Haha. Supaya dia tidak menangis, saya tontonin dia video Pokemon, lagu kesukaannya. Wkwkw tetapi tidak lama, dia menangis lagi. Jadi saya gendong dia jalan-jalan keliling perumahan.. Diem... Dan akhirnya dia tertidur di gendongan saya. Ah senangnya..... Seneng BANGET. :") Saya merasa menjadi wanita yang hakiki. DUH KOK ALAY? HAHA :p

Pengalaman ketiga, jadi setiap pagi kan saya harus menyiapkan ini itu buat si kakak berangkat sekolah; mulai dari air panas, seragam, juga makannya. Pernah suatu ketika, pagi-pagi sekali saya sudah menggendong dek Al. Entah saya lupa waktu itu mak kemana. Pagi itu, saya menggendong dek Al sambil menggoreng tahu krispi. Saya juga lupa ummi dan mbk Nana kemana ya. Yang saya ingat, begitulah keadaan saya pagi itu. :D Bayangkan bagaimana caranya saya menggoreng tahu sambil menggendong anak kecil. Wkwkw

Yang membuat lelah sebenarnya saat menjaga dek Al. Ini memang tugas emak, tapi dia senang bermain dengan saya.. Saya juga suka bermain dengan anak kecil. Hehe :D

Dek Al senang bermain telpon-telponan. Remote TV pun dia jadikan handphone.  Sambil berkata, "halo". :D Jadi ketika dia rewel, jika tontonan youtube tidak dapat membuatnya diam, maka saya menelpon teman-teman untuk berbicara dengan dek Al. Maaf ya buat kalian-kalian yang saya ganggu waktu itu... Hehehe. Sesekali video call juga. Tapi dia lebih suka telp daripada video call. Haha :D

Kalau youtube, dia sukanya menonton iklan Oreo dan lagu Ibu (lupa judulnya hehe) dan beberapa channel lainnya. Wah dia senang sekali. Jingkrak-jingkrak sampai ikut bernyanyi. :D

Yang lucu adalah, ketika adik tante Itta, Ipan, berkunjung. Ketika itu saya baru belajar memasak. Tetapi sudah dipercaya ummi untuk menyiapkan makan malam Ipan dan temannya. Ipan tau jika saya yang disuruh memasak. Aduh saya takut. Takut ngga enak. Malu. Haha.

Ketika saya memasak, ummi ke dapur.
"Cepetan, neng. Ipan buru-buru pulang soalnya motornya mau dipake sama temennya.."
"Nggeh mi, bntar"
***
Beberapa menit kemudian ummi ke dapur, mengingatkan lagi. Lalu saya benar-benar terburu-buru. Memberi garam masakan tanpa icip. Terlalu PD.

Masakan siap disantap. Yummy!

Ipan menyantap makanan bersama temannya. Saya melihat mereka dari kamar. Kelihatannya mantap sekali. Mereka tertawa. Ada yang aneh. What's wrong, people? T___T

Mereka pulang, saya buru-buru ke dapur. Saya icip satu-satu. Oh tidaaaak telur gorengnya keasinaaaan. ASIN BANGET. :"( MALU. Huaaa huaaaa >_<

Senangnya, karena saya selalu berkomunikasi dengan tante via handphone, saya selalu minta didoakan. Kebetulan saat itu hati saya sedang hujan.

Loh kok curhat? HAHA

Pengalaman ini membuat saya lebih belajar sabar menghadapi anak-anak, tahu bagaimana caranya merawat anak-anak, mengatasi anak yang sedang rewel, mengatur waktu, bagaimana cara memasak ini itu, juga bagaimana merawat mbah; yang nanti juga bisa diterapkan pada bagaimana saya merawat mertua. ASIK nak. HAHA. Kenapa begitu? Karena saya masih merekam jelas dalam ingatan bagaimana mbk Nana memperlakukan mbah ummi dengan baiknya. InsyaAllah nanti saya akan seperti itu. Sekarang, belajar bagus-bagusin dulu merawat Ibu. Hehe

Pengalaman ini membuat saya berpikir untuk tidak terlalu neko-neko nantinya. Dulu saya ingin begini-begitu, pokoknya karir BANGET. Tapi setelah tahu tugas seorang Ibu dirumah seperti apa, membuat saya berpikir lagi. Ditambah lagi saat itu saya berjumpa dengan seorang perempuan keren yang kemudian suaminya meminta ijin untuk menikah lagi karena jadwal istri yang terlalu padat. Ya Allah naudzubillah.

Tapi saya tetap memiliki mimpi-mimpi yang harus saya kejar. Wanita tetap harus berpendidikan tinggi. Bukan untuk menyaingi suami, tetapi demi masa depan anak-anak yang diasuhnya pula.

Tetapi menurut saya, masa kecil anak jangan ditukar dengan pekerjaan. Fokus lah dahulu membentuk mereka. Karena masa depan anak tergantung bagaimana pola asuhnya. Dan, barang sendiri akan lebih dijaga extra hati-hati oleh pemiliknya sendiri. Paham kan?

Ketika anak-anak sudah besar, barulah seorang Ibu bisa melanjutkan karirnya. Itu lah salah satu alasan mengapa wanita harus berpendidikan tinggi. Supaya memiliki aktivitas nantinya. Tetapi pilih lah pekerjaan yang tidak mengganggu hak-hak suami dan anak-anak.

EH KOK SAYA SOK TAHU? Padahal belum berkeluarga. HAHAHA

Well, doain saya ya. Semoga mimpi-mimpi saya terwujud. Dan nantinya saya menjadi seorang Ibu yang keberadaannya disyukuri anak-anak hingga mereka dewasa. Juga keberadaannya disyukuri suami sepanjang masa. Ihir~ aaamiiin.

Jumat, 27 Oktober 2017

Pepatah Arab

Begitulah wanita… Saat kau melukainya dia akan menangis, bahkan saat dia melukaimu dia tetap akan menangis…