Minggu, 03 Desember 2017

Sisa Kemarin Lusa

Kamu, memang selalu muncul di pikiran.

Tetapi hari ini berbeda:
Bukan tentangmu yang datang. Tetapi gambar wajahmu. Jelas sekali-- dan datang berkali-kali.

Aku berpikir, "Ini aku yang kenapa-kenapa, atau kah kau di sana yang sedang kenapa-kenapa?"

Ingin menghubungimu, tapi aku takut. Iya takut.

Malam harinya kulihat storymu: kau terlihat baik-baik saja.
"Oh, berarti aku yang sedang kenapa-kenapa. Sedang merindukanmu misalnya."

Hm.

Cinta Itu Memperjuangkan

Adalah mas Qus, yang sekarang menjadi suaminya mbk Ika.

Dari kisah perjalanan cinta mbk Ika, saya belajar:

Sebelum mas Qus, ada lelaki yang katanya sangat mencintai mbak Ika. Tetapi hubungan mereka tidak sampai pernikahan karena si lelaki 'kurang memperjuangkan' hubungan mereka.

Saat dengan mas Qus, 'ujian' kembali datang. Tetapi mas Qus 'sangat memperjuangkan' hubungan. Begitu pula dengan mbk Ika: Tidak henti-hentinya berdoa... Atas izin Allah, 27 November lalu mereka SAH.

Pelajarannya, lelaki yang memang mencintai perempuannya, pasti akan bersungguh-sungguh berjuang untuk menghalalkannya. Yang memang niatnya setengah-setengah, ya tentu kalian sudah tahu bagaimana jawabannya.

Kamu harus seperti Mas Qus, ya?

Jumat, 10 November 2017

Sisi yang berbeda || Kadang, kita berjalan bersisian. Meniti jalan yang berbeda dengan tujuan yang sama. Dan sepanjang jalan tsb, kita tidak pernah bertemu, hanya terus menerus bersisian. Kita bergerak dg kendaraan masing-masing, sempat berhenti sejenak untuk saling melempar senyum tanpa bertanya kemana tujuannya. Tujuan kita sama, hanya saja kita tidak saling tahu. Hanya karena malu untuk bertanya dan malu untuk mengakui.

-- Mas Gun
Ada saatnya dalam hidupmu, engkau ingin sendiri saja bersama angin, menceritakan seluruh rahasia, lalu meneteskan air mata.
(Bung Karno, 1933)