Monday, 17 August 2015

Perjalanan Jombang (nyambang keluarga di PP. Darul Ulum Kec. Peterongan sekaligus ziarah makam Gus Dur di desa Cukir Kec. Diwek, Jombang).

28 Januari 2015, saya dan tante kecil yang saya panggil halah melakukan perjalanan ke Jombang yang pertama kali dengan menggunakan kereta api dari Malang. Mungkin ini terlihat gile lu ndro dari Malang ke Jombang naik kereta api yang biasanya ditempuh kurang lebih 6 jam. Padahal jika menggunakan transportasi bus, Puspa Indah hanya bisa ditempuh 2,5-3 jam-an saja. Hehehe mengapa menggunakan kereta api? Karena ini ‘cita-cita’ saya.. Dari umur 1 tahun, baru di usia ke 20 tahun ngerasain naik kereta api.   
Sebenarnya untuk pulang kampung ke Sidodadi Banyuwangi bisa menggunakan kereta api, tetapi jadwal tibanya di Banyuwangi malam hari, Ibu khawatir. Dari Banyuwangi ke Malang pun sebenarnya juga bisa, tetapi saya lebih suka menggunakan bus atau travel. Karena stasiun kereta Api Banyuwangi lumayan jauh dari rumah. Selain itu saya biasanya menitipkan motor di Arjosari. Jadi, jika menggunakan kereta api, lalu apa kabar motor saya? Gitu.. Heheh

***
Senengnya masya Allah, cita-cita naik kereta api tercapai juga. Heheh  
Ternyata naik kereta itu asyik. Suantaii. Tidak berdesakan, polusinya juga lumayan aman daripada bus.  Selama di perjalanan, saya dan halah sangat menikmati. Kami menikmati  pemandangan kota-kota yang kami lewati sambil mendengarkan musik, nyamil, dan membaca buku. Kami juga ambil gambar di dalam kereta (maklum, first time :p ).

***
Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB. Harusnya kami sudah sampai. Kami berangkat setelah Dhuhur. Jam 1 2 3 4 5 6.. waaah kayak pulang kampung ke Banyuwangi nih.
“Heiih ini kenapa g nyampe-nyampe.. Laper nasi.. “ :'(
Stasiun demi stasiun kami lewati. Setiap menjumpai stasiun, beberapa orang turun. Jadi penguhuni kereta semakin sedikit. Entah mengapa jam tiba di stasiun Peterongan ngaret. Kami khawatir, kami bertanya apakah kami sudah melewati stasiun Peterongan apa belum. Tapi orang-orang yang kami Tanya menjawab belum, sebentar lagi. Sambil tersenyum. Waaah saya jadi nenek moyang dalam perjalanan kereta api ini. Trakhir turun. Luameee.
Saya dan halah mulai membereskan barang-barang kami yang ada di luar. Hanya air mineral dan sisa camilan yang kami tinggal di sebelah kami.

***
Stasiun Jombang kami lewati, bapak yang kami tanyakan tadi turun dan memberitahu kami.
“Stasiun Peterongan ntar lagi, mari kami turun duluan. Hati-hati..”. Pamit sambil tersenyum.
Saya mikir; oh udah deket berarti ini. Kan sama-sama Jombang. Masak jauh.. Tapi saya dan halah masih duduk manis. Hingga akhirnya kereta api berhenti. Tidak ada suara apa-apa.. Biasanya ada yang berteriak menyebutkan nama stasiunnya.
Saya dan halah bingung, tanda Tanya. “Ini stasiun apa? Peterongan?”
“Ga tau halah, coba tanya bapak-bapak gerbong depan yuk.” Karena di gerbong kami sudah tidak ada orang.
“Sek dek, kamu tunggu sini. Aku nanya ke depan.” Saya hanya mengangguk. Takut.
Halah berlari ke gerbong depan. Tik tok tik tok. Tiba-tiba halah muncul beteriak “Dek, ayo turun. Cepat. Ini stasiunnya.”
Sementara kereta sudah mulai berjalan pelan untuk melanjutkan perjalanan. Saya mengejar halah ke pintu keluar dengan dag dig dug bagaimana jika saya tertinggal.
Oh Allah, pintu gerbong sudah terkunci. Halah cepat-cepat membukanya. Langsung terlihat petugas stasiun dan security di depan mata. Halah melompat. Selamat. Selanjutnya giliranku, kereta api mulai berjalan lebih cepat. Saya khawatir. Saya bisa melompat. Tapi selamat atau tidak? Bisa bisa saya benar melompat tetapi masuk ke roda kereta. Saya berpikir cepat sekali--menandingi cepatnya kereta yang sudah mulai berjalan. Ini karena takut. Ngeriii sekalii. Orang-orang di stasiun berteriak, “lompatt lompattt! Hati-hati!” Mereka berdiri berjejer di depan gerbong-gerbong kereta. Mereka berusaha menangkapku saat melompat.
“hup!” aku melompat. Security menangkapku. Alhamdulillah.. Selamat. Masih hidup. :'D
“Kok bisa terlambat turun?.... Ketiduran??”
“Iya pak.” Kami menjawab kompak. Kami jawab iya saja supaya tidak memperpanjang pertanyaan. Bisa-bisa juga kena marah karena kurang berhati-hati… huhu Ini pengalaman. Pelajaran. Baruuu pertama kali naik kereta langsung kayak di film-film. Mungkin juga efek konsentrasi yang sudah menurun kelamaan di kereta. #AdaAqua? Heheh :'D

Jombang menyambut dengan gerimis. Kami menaiki becak menuju pesantren.. *dancing*

***
Keesokan harinya, saat adik-adik masuk sekolah, saya dan halah mengunjungi makam Gus Dur yang terletak di desa Cukir Kec. Diwek dengan menggunakan becak dari Peterongan. Hehehe asyik… Ini namanya my trip my adventure! Haha  Kami lebih memilih menggunakan becak supaya dapat menikmati perjalanan.. Suerru!
Sesampainya di sana ya seperti biasa jika ziarah, mengaji berdoa de el el.

Ini ceritaku, mana ceritamu? :D

Nih Nuril dengan saudara-saudara yang mondok di Darul Ulum. Om dan tante-tante kecil. Penerus perjuangan Bani Rodimah! :D

2 comments:

  1. indahnya kehidupan pesantren ya kak., salam dari santri. :)

    ReplyDelete